Mencari investasi aman dengan bunga tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi? Deposito masih jadi pilihan favorit banyak orang untuk menyimpan dana tanpa risiko besar.
Allo Bank, bank digital yang kini makin populer, sedang menawarkan promo bunga deposito hingga 8,5 persen per tahun untuk periode terbatas di 2026. Angka ini tergolong sangat kompetitif dibanding bank-bank besar yang rata-rata hanya memberikan bunga 3-4 persen.
Tapi, promo ini tidak berlaku selamanya dan ada syarat khusus yang harus dipenuhi. Artikel ini akan mengupas tuntas detail promo deposito Allo Bank 2026, cara ambilnya, plus perbandingan dengan bank lain agar tidak salah pilih.
Apa Itu Allo Bank dan Kenapa Bunganya Tinggi?
Allo Bank adalah bank digital yang beroperasi di bawah naungan PT Allo Bank Indonesia Tbk, terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Jadi, dana deposito aman hingga Rp2 miliar per nasabah sesuai regulasi LPS.
Sebagai bank digital, Allo Bank tidak memiliki kantor cabang fisik sehingga biaya operasional jauh lebih rendah dibanding bank konvensional. Efisiensi ini yang memungkinkan mereka memberikan bunga deposito lebih tinggi untuk menarik nasabah baru.
Strategi bunga tinggi juga bagian dari kampanye akuisisi nasabah di tengah persaingan ketat antar bank digital seperti Jago, Seabank, Blu by BCA, dan lainnya. Dengan menawarkan bunga di atas rata-rata pasar, Allo Bank berupaya memperbesar base nasabah dan likuiditas.
Berapa Bunga Deposito Allo Bank Sebenarnya?
Promo 8,5 persen yang ramai dibicarakan sebenarnya bukan bunga reguler—ini adalah bunga khusus untuk tenor dan nominal tertentu dengan periode promo terbatas. Berdasarkan informasi resmi Allo Bank per Maret 2026, bunga deposito bervariasi tergantung tenor yang dipilih.
| Tenor Deposito | Bunga Reguler | Bunga Promo | Periode Promo |
|---|---|---|---|
| 1 Bulan | 4,5% | 6,0% | Hingga 31 Mei 2026 |
| 3 Bulan | 5,0% | 7,0% | Hingga 31 Mei 2026 |
| 6 Bulan | 5,5% | 8,5% | Hingga 31 Mei 2026 |
| 12 Bulan | 6,0% | 8,0% | Hingga 31 Mei 2026 |
Angka di atas berdasarkan informasi resmi Allo Bank per Maret 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Untuk informasi terkini, selalu cek langsung di aplikasi Allo Bank.
Jadi, bunga 8,5 persen hanya berlaku untuk tenor 6 bulan dalam periode promo. Setelah promo berakhir, bunga akan kembali ke rate reguler atau sesuai kebijakan bank.
Syarat dan Ketentuan Promo Deposito Allo Bank
Sebelum terburu-buru buka deposito, penting memahami syarat dan ketentuan promo agar tidak kecewa di tengah jalan. Promo bunga tinggi biasanya memiliki persyaratan khusus yang harus dipenuhi.
Persyaratan Nasabah
Untuk bisa menikmati promo deposito 8,5 persen, calon nasabah harus memenuhi kriteria tertentu. Tidak semua orang otomatis dapat bunga promo meski sudah buka rekening Allo Bank.
Syarat Umum:
- WNI berusia minimal 17 tahun (sudah punya KTP)
- Memiliki rekening Allo Bank aktif (jika belum, harus buka rekening dulu)
- Nominal deposito minimal Rp10 juta (untuk tenor 6 bulan promo 8,5%)
- Promo berlaku untuk nasabah baru maupun lama (tergantung ketentuan periode)
- Verifikasi data sudah lengkap (KTP, selfie, NPWP jika ada)
Khusus untuk promo 8,5 persen di tenor 6 bulan, biasanya ada batasan nominal maksimal yang mendapat bunga promo—misalnya hanya untuk dana hingga Rp100 juta atau Rp500 juta. Selebihnya tetap dapat bunga reguler.
Mekanisme Bunga dan Pajak
Bunga deposito dihitung secara proporsional dan dikreditkan sesuai skema yang dipilih—bisa bulanan atau di akhir tenor. Namun, jangan lupa ada potongan pajak deposito sebesar 20 persen dari bunga yang diterima sesuai regulasi perpajakan Indonesia.
Contoh perhitungan: deposito Rp50 juta tenor 6 bulan bunga promo 8,5 persen.
- Bunga kotor setahun: Rp50.000.000 x 8,5% = Rp4.250.000
- Bunga 6 bulan: Rp4.250.000 / 2 = Rp2.125.000
- Pajak 20%: Rp2.125.000 x 20% = Rp425.000
- Bunga bersih diterima: Rp2.125.000 – Rp425.000 = Rp1.700.000
Jadi, return bersih setelah pajak sekitar 6,8 persen per tahun atau Rp1,7 juta untuk 6 bulan. Angka ini tetap lebih tinggi dibanding deposito bank konvensional yang rata-rata hanya 3-4 persen.
Cara Membuka Deposito Allo Bank untuk Dapat Promo
Proses pembukaan deposito Allo Bank sepenuhnya digital dan bisa dilakukan melalui aplikasi mobile. Tidak perlu ke kantor cabang atau mengisi formulir fisik.
Langkah Pembukaan Rekening Allo Bank
Jika belum punya rekening Allo Bank, harus buka rekening tabungan terlebih dahulu sebelum bisa membuka deposito. Prosesnya cukup cepat, biasanya disetujui dalam 1 hari kerja.
Cara Buka Rekening Allo Bank:
- Download aplikasi Allo Bank di Play Store atau App Store
- Klik “Daftar” dan masukkan nomor HP aktif
- Verifikasi dengan kode OTP yang dikirim via SMS
- Isi data pribadi lengkap (NIK, nama sesuai KTP, tempat/tanggal lahir, alamat)
- Upload foto KTP yang jelas (pastikan tidak blur atau silau)
- Lakukan verifikasi wajah dengan mengikuti instruksi (selfie, gerakan kepala)
- Buat PIN 6 digit dan password untuk keamanan akun
- Tunggu proses verifikasi (biasanya 15 menit – 1 hari kerja)
- Rekening aktif, lakukan top up pertama minimal Rp10 ribu
Setelah rekening tabungan aktif, baru bisa membuka deposito dengan bunga promo.
Cara Buka Deposito Promo 8,5 Persen
Proses pembukaan deposito sangat mudah dan bisa dilakukan langsung dari aplikasi Allo Bank tanpa perlu ke kantor atau customer service.
Langkah Buka Deposito:
- Login ke aplikasi Allo Bank
- Pilih menu “Deposito” di halaman utama
- Klik “Buka Deposito Baru”
- Pilih tenor 6 bulan (untuk dapat bunga promo 8,5%)
- Masukkan nominal deposito (minimal Rp10 juta untuk promo)
- Sistem akan otomatis menampilkan bunga promo jika memenuhi syarat
- Pilih sumber dana (dari saldo tabungan Allo atau transfer dari bank lain)
- Pilih skema pencairan bunga (ARO – otomatis perpanjang, atau Non-ARO)
- Baca dan setujui syarat & ketentuan
- Konfirmasi dengan PIN
- Deposito langsung aktif dan sertifikat digital tersimpan di aplikasi
Bunga mulai dihitung dari hari deposito dibuka hingga jatuh tempo sesuai tenor yang dipilih.
Perbandingan Bunga Deposito Allo Bank vs Bank Lain
Sebelum memutuskan menempatkan dana di Allo Bank, ada baiknya membandingkan dengan penawaran bank lain—baik bank digital maupun konvensional.
| Bank | Bunga Tertinggi | Tenor | Minimal Deposit |
|---|---|---|---|
| Allo Bank | 8,5% | 6 bulan (promo) | Rp10 juta |
| Seabank | 7,0% | 3-6 bulan | Rp1 juta |
| Bank Jago | 6,5% | 6 bulan | Rp1 juta |
| Blu by BCA Digital | 6,0% | 12 bulan | Rp1 juta |
| Bank Mandiri | 3,5% | 12 bulan | Rp10 juta |
| BCA | 3,25% | 12 bulan | Rp8 juta |
| BNI | 3,25% | 12 bulan | Rp10 juta |
Data di atas berdasarkan informasi per Maret 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan masing-masing bank. Selalu cek rate terkini sebelum membuka deposito.
Dari tabel terlihat jelas bahwa bank digital seperti Allo Bank, Seabank, dan Jago memberikan bunga jauh lebih tinggi dibanding bank konvensional besar. Namun, perlu diingat bahwa bunga tinggi di bank digital sering bersifat promosi dengan periode terbatas.
Keuntungan dan Risiko Deposito Allo Bank
Sebelum menempatkan dana dalam jumlah besar, penting memahami baik keuntungan maupun risiko yang mungkin terjadi.
Keuntungan Deposito Allo Bank
Selain bunga tinggi, ada beberapa nilai tambah yang ditawarkan Allo Bank untuk produk depositonya.
Kelebihan Deposito Allo Bank:
- Bunga promo 8,5% jauh di atas rata-rata pasar (3-4%)
- Proses pembukaan 100% digital, tidak perlu ke kantor
- Dijamin LPS hingga Rp2 miliar per nasabah
- Tidak ada biaya admin atau penalti (jika ikut ketentuan)
- Bisa diperpanjang otomatis (ARO) atau dicairkan di akhir tenor
- Minimal deposito Rp10 juta masih terjangkau
- Pencairan bunga fleksibel (bulanan atau akhir tenor)
Untuk dana tidur yang memang tidak terpakai dalam 6-12 bulan ke depan, deposito Allo Bank bisa jadi pilihan tepat untuk mendapat return lebih baik dibanding tabungan biasa.
Risiko yang Perlu Diwaspadai
Meski terlihat menggiurkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menempatkan dana di deposito Allo Bank.
Potensi Risiko:
- Bunga promo hanya berlaku periode tertentu, setelah itu turun drastis
- Pencairan sebelum jatuh tempo bisa kena penalti (kehilangan bunga)
- Dana terkunci sesuai tenor, tidak bisa diambil sewaktu-waktu
- Return sesungguhnya lebih rendah setelah dipotong pajak 20%
- Inflasi tinggi bisa menggerus nilai riil return deposito
- Bank digital masih relatif baru, track record belum sepanjang bank konvensional
- Jika ada masalah teknis aplikasi, akses dana bisa tertunda
Untuk meminimalkan risiko, jangan tempatkan seluruh dana di satu instrumen. Diversifikasi tetap penting—sebagian di deposito untuk stabilitas, sebagian di instrumen lain untuk likuiditas dan growth.
Tips Maksimalkan Keuntungan Deposito Allo Bank
Ada beberapa strategi yang bisa diterapkan untuk mendapatkan hasil maksimal dari deposito Allo Bank tanpa melanggar ketentuan.
Strategi Laddering Deposito
Jangan tempatkan semua dana dalam satu tenor. Gunakan teknik “laddering” atau tangga deposito—pecah dana ke beberapa tenor berbeda agar ada yang jatuh tempo setiap periode tertentu.
Contoh: Dana Rp60 juta dipecah menjadi:
- Rp20 juta tenor 1 bulan (likuiditas jangka pendek)
- Rp20 juta tenor 3 bulan (bunga 7%)
- Rp20 juta tenor 6 bulan (bunga 8,5%)
Dengan strategi ini, ada cash flow masuk setiap bulan atau beberapa bulan sekali, tapi tetap dapat bunga tinggi dari tenor panjang. Fleksibilitas terjaga tanpa kehilangan potensi return.
Manfaatkan ARO dengan Bijak
Fitur ARO (Automatic Roll Over) membuat deposito otomatis diperpanjang saat jatuh tempo dengan bunga yang berlaku saat itu. Ini praktis, tapi perlu kehati-hatian.
Kapan Gunakan ARO:
- Dana benar-benar tidak terpakai dalam waktu lama
- Yakin tidak butuh likuiditas mendadak
- Bunga reguler setelah promo masih kompetitif
Kapan Hindari ARO:
- Promo hanya sekali, perpanjangan dapat bunga jauh lebih rendah
- Ada rencana pakai dana dalam 6-12 bulan
- Ingin coba produk investasi lain dengan return lebih tinggi
Selalu evaluasi kondisi pasar menjelang jatuh tempo. Jika ada instrumen lain dengan return lebih baik, pertimbangkan untuk tidak ARO dan pindahkan dana.
Kombinasikan dengan Produk Lain
Jangan andalkan deposito sebagai satu-satunya instrumen investasi. Kombinasikan dengan produk lain sesuai profil risiko dan tujuan keuangan.
Portofolio Seimbang:
- 30-40% di deposito (untuk stabilitas dan emergency fund)
- 30-40% di reksadana pasar uang atau obligasi (likuiditas tinggi, return moderat)
- 20-30% di saham atau reksadana saham (growth jangka panjang)
- 10% di aset alternatif (emas, P2P lending, crypto jika paham risikonya)
Alokasi ini bisa disesuaikan dengan usia, target, dan toleransi risiko masing-masing. Prinsipnya: jangan taruh semua telur dalam satu keranjang.
Cara Pencairan Deposito Allo Bank Saat Jatuh Tempo
Proses pencairan deposito Allo Bank juga dilakukan secara digital melalui aplikasi. Tidak perlu ke kantor atau mengisi formulir fisik.
Pencairan Otomatis vs Manual
Saat membuka deposito, nasabah bisa memilih apakah ingin depositonya diperpanjang otomatis (ARO) atau dicairkan manual saat jatuh tempo.
Opsi ARO (Automatic Roll Over): Dana pokok + bunga otomatis diperpanjang dengan tenor yang sama dan bunga yang berlaku saat itu. Cocok untuk dana long-term yang tidak terpakai.
Opsi Non-ARO: Saat jatuh tempo, dana pokok + bunga otomatis masuk ke rekening tabungan Allo. Nasabah bebas menggunakan dana atau membuka deposito baru dengan bunga promo lain jika tersedia.
Pilihan ini bisa diatur sejak awal pembukaan deposito atau diubah sebelum jatuh tempo melalui aplikasi.
Pencairan Sebelum Jatuh Tempo
Jika ada kebutuhan mendesak dan harus cairkan deposito sebelum jatuh tempo, Allo Bank memungkinkan early termination dengan konsekuensi tertentu.
Konsekuensi Pencairan Dini:
- Kehilangan sebagian atau seluruh bunga yang sudah berjalan
- Kena penalti sesuai ketentuan (biasanya 1-2% dari nominal)
- Bunga yang sudah dikreditkan bisa ditarik kembali oleh bank
Sebelum cairkan deposito lebih awal, hitung dulu apakah penalti lebih besar dari kebutuhan mendesak yang ada. Jika memungkinkan, cari alternatif dana darurat lain dulu.
Alternatif Investasi Selain Deposito Allo Bank
Deposito memang aman dan pasti, tapi return-nya terbatas—terutama setelah dipotong pajak dan tergerus inflasi. Ada beberapa alternatif yang bisa dipertimbangkan untuk diversifikasi.
Reksadana Pasar Uang
Untuk yang ingin return sedikit lebih tinggi dari deposito tapi tetap low-risk, reksadana pasar uang bisa jadi pilihan. Return rata-rata 4-6 persen per tahun dengan likuiditas tinggi—bisa dicairkan kapan saja tanpa penalti.
Kelebihannya: tidak ada potongan pajak seperti deposito (pajak sudah dipotong di level fund), bisa mulai dari Rp10 ribu, dan fleksibel dicairkan sewaktu-waktu. Kekurangannya: return tidak fix seperti deposito, ada risiko fluktuasi meski sangat kecil.
P2P Lending Berizin OJK
Platform peer-to-peer lending seperti Modalku, Investree, atau Amartha menawarkan return 10-18 persen per tahun—jauh di atas deposito. Dana dipinjamkan ke UMKM atau individu dengan bunga lebih tinggi.
Namun, risiko juga lebih besar: ada potensi gagal bayar dari peminjam meski platform biasanya punya sistem mitigasi risiko. Pastikan pilih platform yang berizin OJK dan diversifikasi pinjaman ke banyak peminjam untuk kurangi risiko.
Obligasi Negara (SBN)
Pemerintah rutin menerbitkan Surat Berharga Negara seperti ORI (Obligasi Ritel Indonesia) atau Sukuk dengan bunga 6-7 persen per tahun. Lebih aman dari deposito bank karena dijamin negara 100%.
Bisa dibeli online melalui mitra distribusi seperti aplikasi Bareksa, Bibit, atau langsung di website kemenkeu. Minimal pembelian Rp1 juta, tenor bervariasi dari 2-10 tahun.
Kontak Layanan dan Pengaduan Allo Bank
Jika mengalami kendala pembukaan deposito, masalah teknis aplikasi, atau pertanyaan seputar promo, customer service Allo Bank siap membantu.
Kontak Customer Service Allo Bank:
- Call Center: 1500-800 (Senin-Jumat 08:00-17:00 WIB)
- Email: [email protected]
- Live Chat di aplikasi Allo Bank (Menu “Bantuan” – tersedia 24/7)
- Media sosial: Instagram @allobank, Twitter @allobank_id
- Alamat kantor: Gedung Allo Bank Tower, Jakarta Selatan
Untuk pengaduan terkait praktik tidak wajar atau permasalahan yang tidak terselesaikan, bisa langsung lapor ke OJK melalui Kontak 157 atau website konsumen.ojk.go.id. OJK akan memproses dan memediasi keluhan nasabah sesuai prosedur yang berlaku.
Kesimpulan
Promo deposito Allo Bank 8,5 persen memang menarik dan bisa jadi pilihan tepat untuk dana tidur jangka menengah. Namun, ingat bahwa promo ini bersifat terbatas—berlaku hingga 31 Mei 2026 untuk tenor 6 bulan dengan minimal deposit Rp10 juta.
Sebelum menempatkan dana, pastikan sudah baca syarat ketentuan lengkap, hitung return setelah pajak, dan evaluasi apakah tenor 6 bulan sesuai dengan kebutuhan likuiditas. Jangan tergoda bunga tinggi sampai lupa bahwa dana akan terkunci selama tenor berjalan.
Gunakan deposito sebagai bagian dari strategi keuangan yang lebih besar, bukan satu-satunya instrumen. Diversifikasi tetap kunci untuk mencapai tujuan finansial jangka panjang.
Semoga artikel ini membantu dalam mengambil keputusan investasi yang tepat. Terima kasih sudah membaca, semoga finansial selalu sehat dan berkah!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini berdasarkan data promo Allo Bank yang berlaku per Maret 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Bunga deposito, syarat, tenor, dan ketentuan promo dapat berbeda tergantung kebijakan PT Allo Bank Indonesia Tbk. Untuk informasi terkini dan paling akurat, silakan cek langsung di aplikasi Allo Bank atau hubungi customer service resmi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah mempertimbangkan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi.
FAQ Seputar Deposito Allo Bank
1. Apakah promo bunga 8,5 persen Allo Bank berlaku untuk semua nasabah?
Promo 8,5 persen berlaku untuk nasabah yang membuka deposito tenor 6 bulan dengan nominal minimal Rp10 juta selama periode promo hingga 31 Mei 2026. Bisa nasabah baru maupun lama, asalkan memenuhi persyaratan yang ditentukan.
2. Bagaimana jika deposito jatuh tempo setelah periode promo berakhir?
Bunga promo 8,5 persen tetap berlaku hingga deposito jatuh tempo sesuai tenor yang dipilih, meski periode promo sudah berakhir. Misalnya buka deposito 30 April 2026 tenor 6 bulan, bunga 8,5% tetap dapat hingga Oktober 2026. Namun jika diperpanjang (ARO), bunga akan mengikuti rate reguler saat itu.
3. Apakah deposito Allo Bank aman dan dijamin LPS?
Ya, Allo Bank terdaftar dan diawasi OJK serta menjadi peserta penjaminan LPS. Dana deposito dijamin hingga Rp2 miliar per nasabah selama bunga tidak melebihi bunga penjaminan LPS yang berlaku. Bunga promo 8,5% masih di bawah batas maksimal LPS, jadi tetap aman.
4. Bisa tidak membuka deposito Allo Bank tanpa punya rekening tabungan dulu?
Tidak bisa. Nasabah harus memiliki rekening tabungan Allo Bank terlebih dahulu sebelum bisa membuka deposito. Proses pembukaan rekening tabungan bisa dilakukan secara online melalui aplikasi dalam waktu 15 menit hingga 1 hari kerja.
5. Bagaimana cara menghitung return deposito setelah dipotong pajak?
Bunga deposito dipotong pajak 20% sesuai aturan perpajakan. Rumus: (Nominal x Bunga% x Tenor/12) = Bunga Kotor. Lalu Bunga Bersih = Bunga Kotor – (Bunga Kotor x 20%). Contoh: Rp50 juta x 8,5% x 6/12 = Rp2,125 juta. Setelah pajak: Rp2,125 juta – Rp425 ribu = Rp1,7 juta bersih.
Sumber dan Referensi
Artikel ini disusun berdasarkan informasi resmi dari aplikasi Allo Bank, website PT Allo Bank Indonesia Tbk, serta regulasi OJK dan LPS terkait deposito perbankan. Data bunga dan ketentuan promo berdasarkan kondisi per Maret 2026 dan dapat berubah sesuai kebijakan bank.